by

Getar Aceh : Perlu Gerakan Bersama Turunkan Kemiskinan

Banda Aceh — Sekretaris jendral Gerakan Titipan Rakyat (GETAR) Aceh, Teuku Izin ikut menanggapi perbincangan terkait kemiskinan di Aceh yang kembali ramai pasca diumumkan oleh BPS bahwa angka kemiskinan Aceh bertambah 19 ribu orang.

“Sehubungan perbincangan yang ramai terkait angka kemiskinan yang kembali meningkat, kami usulkan agar adanya gerakan bersama turunkan kemiskinan di Aceh” sebut Teuku Izin dalam releasenya Rabu 17/2/2021.

Seperti diketahui, BPS mengumumkan jumlah penduduk miskin di Aceh meningkat 19 ribu orang pada September 2020. Hal tersebut membuat Aceh menempati posisi keenam dari urutan persentase penduduk miskin di Indonesia menurut provinsi, dibawah provinsi Gorontalo dan di atas Bengkulu.

“Tentu jumlah angka kemiskinan tersebut telah ditekan dengan adanya bantuan sosial yang secara konsisten dan terus menerus diberikan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga pemerintah gampong, misalnya di gampong ada BLT Dana Desa yang terus diberikan secara bertahap kepada masyarakat yang terdampak covid-19” tambah Apung.

Pemerintah Aceh sendiri terus berbenah meningkatkan fasilitas dan akses transportasi semata-mata untuk mempermudah akses para pelaku usaha di Aceh.

“Dengan adanya Kapal Aceh Hebat dan pembangunan jalan akses yang selama ini belum terbangun maka akan sangat memudahkan pengusaha dalam menggerakkan ekonomi, misalnya distribusi barang dagangan sudah lebih mudah dan menekan operasional” ucap sekjen Getar.

Selain itu, Pemerintah Aceh pada tahun ini sudah menyiapkan anggaran Rp 9,348 triliun untuk penanggulangan kemiskinan. Anggaran tersebut berasal dari APBA Rp 8,058 triliun, APBN Rp 1,285 triliun dan CSR Rp 41 milyar.

“Bentuk komitmen Pemerintah Aceh tinggi terhadap pengentasan kemiskinan di Aceh, tinggal semua pihak mengambil peran sesuai kemampuannya dan bergerak bersama” tambahnya lagi.

Semua elemen di Aceh perlu duduk bersama segera untuk merumuskan gerakan kolektif penurunan angka kemiskinan. Para pihak yang penting terlibat tentu dari akademisi, pelaku usaha dan penentu kebijakan di Aceh sehingga melahirkan gerakan bersama turunkan kemiskinan.

“Dibandingkan meributkan kemiskinan menjadi isu semata, ada baiknya kita susun rencana aksi serta gerakan bersama guna pertumbuhan ekonomi dan peningkatan lapangan kerja di Aceh” sebut Izin.

Aksi kolaboratif semua pihak sangat dinantikan, karena menumbuhkan ekonomi tidak hanya soal belanja pembangunannya, tapi siapa yang akan menggerakkan interkoneksi dari potensi SDA dan SDM yang ada di Aceh sehingga menghasilkan pundi-pundi ekonomi serta membuka lapangan kerja baru.

“Nah hari ini tinggal pengusaha-pengusaha di Aceh duduk, jika memang ada hal yang perlu di dorong atau fasiltas publik guna menunjang pertumbuhan ekonomi, tinggal disampaikan dan dikawal bersama pemerintah Aceh dan DPRA” tambahnya.

Terakhir Apung berharap kita harus saling menjaga marwah sesama rakyat Aceh.

“Saat ini yang paling penting adalah sama-sama meningkatkan marwah Aceh di mata nasional dan internasional. Apalagi elit Aceh sedang berusaha memastikan Pilkada Aceh terlaksana di tahun 2022 mengacu pada UUPA. Sehingga upaya memperbesar isu kemiskinan akan angat merugikan image rakyat Aceh di mata nasional” tutup sekjen Getar Aceh

Baca Juga : Muslim Amerika dan Issu Palestina

PERDANANEWS