Fenomena Lato Lato, Sejarah dan Dampaknya

Aceh, Berita, Opini111 Views

Langsa, Perdananews Aceh — Sejak akhir tahun 2022, baru-baru ini permainan anak lato lato tengah viral di berbagai media sosial terlebih di akun TikTok. Salah satu permainan tradisional ini banyak dimainkan oleh seluruh kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa.

Awalnya permainan ini hanya terlihat biasa saja tetapi dari teknik bermainnyaa ini membuat seseorang ingin mencoba lagi dan bahkan diperlombakan yang bisa membunyikan lama akan dia jadi juaranya.

Aneh memang bin ajaib hampir seluruh Indonesia khususnya Aceh baik di kota maupun desa semuanya menggunakan permainan Lato-lato tersebut, sehingga tidak heran kita terus mendengarkan bunyi tok-tok-tok tersebut dimana-mana.

Memang sebagian orang mengatakan bahwa dengan ada permainan Lato-lato tersebut sangat banyak manfaatnya diantaranya melatih konsentrasi dan kesabaran sehingga banyak anak-anak sudah bermain Lato-lato dan mereka sudah jarang memainkan hp jenis game FF, PUBG, maupun Mobile Legend, walaupun masih ada dikalangan remaja maupun dewasa masih memainkan jenis permainan tersebut yang membuat kelalaian dan menghabiskan waktunya untuk yang tidak bermanfaat.

Dilihat dari sejarahnya ternyata permainan Lato-lato ini sudah ada sejak tahun 1960-an hingga 1970-an yang dipopulerkan di belahan dunia lainnya seperti Eropa dan Amerika serikat. Di negara asalnya permain tersebut bernama clackers, click-clacks, atau knockers. Dahulu terbuat dari kaca kemudian lambat laun berubah jadi kayu dan atom. Permainan Lato-lato ini sempat dilarang dinegara tersebut karena mengandung bahan kimia maupun radioaktif serta mudah terbakar.
Tiga tahun kemudian, kewenangan tersebut diperluas, yakni dengan melarang penjualan mainan clackers di pasaran. Permainan yang awalnya dipasarkan sebagai cara untuk mengajari anak-anak koordinasi tangan dan mata itu bisa menjadi proyektil, sehingga dikeluarkan peringatan untuk mencegah kebutaan.

Dan kini entah siapa yang memulai dan mempopulerkan permainan Lato-lato tersebut di Indonesia khususnya Aceh.

Adapun dari efek dari Lato-lato tersebut yaitu suara yang dihasilkan dua bandul ternyata merambah sampai ke sekolah, para siswa membunyikan ketika disekolah bahkan saat pelajaran disekolah berlangsung sehingga menimbulkan kebisingan. Selain itu, ada juga yang mengalami benjol di dahi karena terkena lato-lato bahkan sampai menjerat leher dan belum lagi ada yang talinya putus sehingga terkena orang lain atau pecah kaca disekolah, sehingga membuat suasana belajar pun menjadi kacau.

Baru-baru ini, viral lato-lato kena mata seorang bocah berinisial AN di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Usai bermain dari rumah temannya, AN pulang dengan luka di bagian mata setelah terkena serpihan bola lato-lato. Hal tersebut mengakibatkannya harus menjalani operasi mata lantaran terluka di bola matanya.

Maka oleh karena itu maka perlu dari pihak pemerintah terkait untuk memperhatikan da n mengatasi jenis permainan ini untuk tidak menyebar kemana-mana. Dan sebaiknya tidak memainkan lagi permainan tersebut dan harapannya permainan Lato-lato ini bisa dibatasi sehingga tidak menyebabkan hal-hal yang buruk dan bisa dihilangkan.

Penulis adalah Dosen PAI IAIN Langsa, Sekretaris Umum Dewan Dakwah Kota Langsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *